Potret kehidupan jalanan merupakan suatu gambaran dimana terdapat banyak perbedaan dalam menjalani hidup, dan hidup yang mereka jalani sangatlah keras bahkan lebih keras daripada yang kita bayangkan. Yah merekalah “para anak jalanan” yang senantiasa menghiasi pemandangan di sudut-sudut kota. Mereka semua hidup bukan untuk mengemis tapi mereka hidup untuk bertahan. Demi sesuap nasi mereka rela dihantam oleh panasnya sinar Matahari, guyuran air hujan, bahkan terkadang nyawa mereka dapat terancam oleh para preman-preman jalanan. Tetapi semua itu mereka lalui dengan suka hati tanpa mengeluh.Mungkin diantara kita beranggapan kalau anak jalanan adalah kumpulan berandalan yang hanya bisa mengemis, mengamen, atau melakukan tindak kriminal. Seandainya kita tahu apa yang terjadi sebenarnya, mungkin mata hati kita dapat tahu akan kebenaran yang ada. Mereka semua mungkin melakukan itu karena terpaksa, entah karena tuntutan ekonomi ataupun ancaman dari preman-preman yang memperkerjakan mereka.
Saya teringat akan sebuah lirik dalam salah satu lagu dari grup Band NIDJI yang berjudul Laskar Pelangi. Dalam lagu tersebut terdapat sebuah lirik “Menarilah dan terus tertawa walau dunia tak seindah surga”. Lirik inilah yang mungkin dapat menggambarkan sebuah perjuangan para anak jalanan dalam mengisi hari-harinya. Banyak putra-putri Indonesia yang putus sekolah menjadi anak jalanan, hal ini mereka lakukan demi memenuhi kehidupan sehari-hari selain itu mereka juga ingin membantu orang tua mereka. Tapi apakah mereka pantas berkeliaran di jalanan yang penuh dengan bahaya? Jawabannya “TIDAK” Dengan usia mereka yang masih tergolong anak-anak, seharusnya hari-hari mereka di isi dengan kegembiraan. Tetapi semua itu hanyalah mimpi bagi mereka.Setiap anak jalanan mempunyai mimpi dan cita-cita dan terkadang diantara mereka ada yang sempat untuk belajar, meskipun walau belajar di bawah terik matahari. Bagi sebagian anak jalanan yang masih sekolah, belajar merupakan kepentingan utama meskipun mereka harus menjalani kehidupan yang lain (menjadi anak jalanan)
Bersyukurlah kita semua yang masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk belajar hingga ke perguruan tinggi, serta berterimakasihlah kita kepada kedua orang tua yang selama ini rela mengorbankan diri dengan bekerja keras tanpa kenal lelah demi menghidupi kita agar kelak menjadi orang yang berguna. Dan ingatlah kita, di dunia ini kita diciptakan untuk saling berbagi dan mengasihi. Kelak apabila kita menjadi orang yang berguna dikemudian hari, ingatlah kedua orang tuamu serta Tuhan yang selalu melindungi kita. Serta ingatlah perjuangan para anak-anak jalanan dalam menantang kerasnya hidup demi sesuap nasi.
Karya tulis ini saya dedikasikan untuk para Putra-Putri Indonesia (Khususnya Anak Jalanan). Semoga dengan tulisan yang saya buat ini, kita semua dapat menyadari apa yang terjadi di sekitar kita.
“Semangatlah dan jangan pernah menyerah karena Tuhan akan memberikan suatu jalan kesuksesan bagi umat-NYA yang mau berusaha dan bekerja keras”









0 comments:
Posting Komentar